Rabu, 18 Juli 2018
Konsep Kerukunan dalam menyatukan antar Umat Beragama di Indonesia
konsep kerukunan dalam menyatukan antar umat beragama yang ada di Indonesia
kerukunan merupakan hal yang paling penting yang harus dimiliki setiap individu yang ada di dunia, karena jika kerukunan ada di dalam diri kita, kita akan bisa dekat sama setiap orang, begitu juga antar umat beragama, jika antara agama yang satu bisa menjalin kerukunan dengan agama lain misalnya: agama islam bisa rukun dengan agama kristen. Akan tercipta kerukanan antar umat beragama di dunia. Indonesia ternyata salah satu negara yang menjalankan konsep kerukunan anatar umat beragama, jadi Indonesia mendapat penghargaan world interfaith harmony week 2018 karena telah melaksanakan pekan harmony antar agama dunia pada Februari 2018. Dan negara yang menerapkan konsep kerukunan pertama ialah negara Melbourne dan Australia.
Jadi konsep kerukunan pertama sekali yang harus dimiliki adalah toleransi agama, yaitu suatu sikap saling pengertian dan menghargai tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun, khususnya dalam masalah agama. Mengapa perlu adanya kerukunan antar umat beragama, agar tercipta masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. Seperti yang kita ketahui indonesia memiliki keragaman yang begitu banyak. Tak hanya adat istiadat atau budaya, seni dan juga termasuk agama. Walau mayoritas penduduk Indonesia agama islam, tetapi ada juga agama lain yang dianut penduduk ini, yaitu kristen khatolik, kristen protestan, hindu, budha, dan konghucu. Setiap agama mempunyai aturan khusus saat beribadah. Dan perbedaan ini tidak menjadi alasan untuk berpecah belah. Sebagai satu saudara dalam tanah air yang sama, kita harus menjaga kerukunan umat beragama di indonesia agar negara ini tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.
Tri kerukunan merupakan konsep yang dibuat oleh pemerintah indonesia dalam upaya menciptakan kehidupan masyarakat antar umat beragama yang rukun. Kemajemukan bangsa Indonesia yang terdiri atas puluhan etnis, budaya, suku, dan agama. Membutuhkan konsep yang memungkinkan terciptanya masyarakat yang damai dan rukun. Pemerintah berusaha untuk membuat peraturan yang diterapkan untuk memperbaiki keadaan.
Peraturan yang dibuat oleh pemerintah terdiri atas 4 pokok, yaitu:
Pendirian rumah Ibadah.
Penyiaran Agama.
Bantuan keagamaan dari luar Negeri.
Tenaga Asing Bidang Keagamaan.
Konsep Tri Kerukunan
Tri Kerukunan umat beragama bertujuan agar masyarakat Indonesia bisa hidup kebersamaan, tanpa adanya perbedaan, meskipun berbeda. Tri Kerukunan dibuat seteliti mungkin dan bijak, agar tidak terjadi kesalahan atau sampai mengurangi hak-hak dalam menjalankan kewajiban dari ajaran-ajaran agama yang diyakininya. Tri Kerukunan meliputi tiga kerukunan, yaitu: Kerukunan intern umat beragama, Kerukunan antar umat beragama, dan Kerukunan antara umat beragama dan pemerintah.
Penjelasan mengenai konsep Tri Kerukunan:
Kerukunan Intern umat beragama
Perbedaan pandangan antar umat beragama bisa menimbulkan konflik didalam tubuh agama tersebut, pebedaan mazhab adalah salah satu perbedaan yang nyata dan nampak. Dan juga ada perbedaan ormas keagamaan. Walaupun satu aqidah, yaitu, aqidah islam, tetapi penafsirannya berbeda , penghayatan, kajian, pendekatan terhadap al qur’an terbukti mampu membuat antar umat beragama menjadi tidak harmonis. Dan salah satu cara agar terhindar dari konflik dengan membangun ukhuwwah islamiyah. Dengan menghindari permusuhan karena perbedaan mazhab dalam islam.
Kerukunan antar umat beragama
Dan konsep ini mempunyai arti bahwa kehidupan beragama yang tentram antar masyarakat yang berbeda agama dan keyakinan. Tidak mempunyai sikap saling mencurigai satu dengan yang lain, dan juga harus saling menghormati agama masing-masing. Pemerintah berusaha agar tidak terjadi konflik antar agama karena perbedaan agama. Agar terhindar dari konflik tersebut, masyarakat harus menciptakan suasana yang rukun dan damai di Negara Republik Indonesia ini.
Kerukunan antar umat beragama dan pemerintah
Dalam menciptakan suasana yang tentram pemerintah ikut adil, termasuk kerukunan umat bergama dengan pemerintah itu sendiri. Semua umat beragama yang diwakili oleh pemuka dan tiap-tiap agama dapat sinergis dari pemerintah. Jika kita ingin bekerjasama dan bermitra dengan pemerintah akan tercipta stabilitas persatuan dan kesatuan bangsa.
Tujuan utama dari terbentuknya Tri Kerukunan ini agar terciptanya kehidupan umat beragama yang damai, penuh kebersamaan, bersikap toleran, saling menghormati, dan menghargai perbedaan perbedaan. Termasuk perbedaan dalam menyatakan pendapat.
Kerukunan yang dimaksud diatas harus bersifat Dinamis, Humanis, dan Demokratis. Dinamis itu maksudnya harus mempunyai semangat untuk mengembangkan sikap kerukunan. Sebagai jalan pikiran yang yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar yang umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Mengutamakan hak, kewajiban, dan perlakuan bagi semua warga negara agar kerukunan beragama dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak merugikan kalangan manapun, karena semua agama pada dasarnya mengajarkan kedamaian dan kerukunan dalam bersosialisasi terhadap agama lain.
Dan setiap agama harus mempunyai toleransi yang tinggi, agar mendapat kerukunan yang tidak saling menjatuhkan antar umat beragama. Dan adanya toleransi beragama menimbulkan sikap saling menghormati masing-masing pemeluk agama lainnya.
Toleransi antar umat beragama yaitu meyakini bahwa agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu tetapi disini harus saling repect / menghargai agama orang lain dan tidak boleh memaksakan orang lain untuk menganut agama kami. Dan tidak boleh mengejek-ngejek dan mencela agama orang lain dengan alasana apapun karena sejatinya kita sama-sama adalah manusia yang hidup berdampingan.
Sepanjang sejarah agama dapat memberi sumbangsih positif bagi masyarakat dengan memupuk persaudaraan dan semangat kerjasama antar anggota masyarakat. Namun sisi yang lain, agama juga dapat sebagai pemicu konflik antar masyarakat beragama. Ini adalah sisi negatif dari agama dalam mempengaruhi masyarakat indonesia.
Macam-macam Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Kerukuna antar pemeluk agama yang sama, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat penganut satu agama. Misalnya, kerukunan sesama orang islam atau kerukuna sesama penganutu kristen.
Kerukunan antar umat beragama lain, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat yang memeluk agama yang berbeda-beda. Misalnya kerukunan antar umat islam dankristen, antar pemeluk agama kristen dan budha, atau kerukunan yang dilakukan oleh semua agama.
Bagaimana Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Indonesia :
Menjunjung tinggi rasa toleransi antar umat beragama, baik sesama antar pemeluk agama yang sama maupun yang berbeda.
Selalu siap membantu sesama.
Selalu jagalah rasa hormat pada orang lain tanpa memandang agama apa yang mereka anut.
Bila terjadi masalah yang menyangkut agama, tetap selesaikan dengan kepala dingin tanpa harus saling menyalahkan.
Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agam tertentu.
Melaksanakan ibadah sesuai agamanya.
Kerukunan umat beragama pada saat ini merupakan modal yang sangat berharga bagi kelangsungan kehidupan masyarakat indonesia. Indonesia dinilai oleh dunia internasional sebagai yang terbaik dalam menjalankan kerukunan umat beragama, yang dinyatakan oleh menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dalam sambutan tertulis yang dibacakan kepala puslitbang kehidupan Keagamaan Depag Abdul Rahman Mas’ud dalam siaran pers yang diterima dari pusat Informasi Depag di Jakarta.
Bahkan, Indonesia dianggap sebagai laboratorium kerukunan umat beragama. dan hal ini terungkap dari pernyataan Menlu Italia Franco Frattini dan pendiri komunitas Sant; Egidio, Andrea Riccardi, dalam pidato mereka pada pembukaa seminar internasional dengan tema “Unity in Diversity: The Indonesian Model for a Society in which to live Together”yang digelar pada 4 maret 2009 di Roma.
Manfaat Kerukunan Antar Umat Beragama:
Terciptanya budaya yang damai dalam bermasyarakat.
Toleransi antar Umat Beragama meningkat.
Menciptakan rasa aman bagi agama-agama minoritas dalam melaksanakan ibadahnya masing-masing.
Meminimalisir konflik yang terjadi yang mengatasnamkan Agama.
Kendala-kendala kerukunan Antar Umat Beragama:
Rendahnya sikap Toleransi.
Kepentingan Politik.
Sikap Fanatisme.
Solusi Masalah Kerukunan Antar Pemeluk Agama:
Dialog Antar Pemeluk Agama.
Bersikaplah Optimis.
Faktor-faktor yang menyebabkan Timbulnya Masalah Kerukunan Antar Umat Beragama:
Sikap prasangka stereotype etnik dan dijiwai oleh suasana persaingan yang tajam.
Penyiaran Agama yang ditunjukkan terhadap kelompok yang sudah menganut agama.
Penyendirian rumah beribadah.
Langganan:
Postingan (Atom)